Presiden Donald Trump saat menyatakan membuka kembali pemerintahan AS. (Foto: Alex Edelman/AFP)
Presiden Donald Trump saat menyatakan membuka kembali pemerintahan AS. (Foto: Alex Edelman/AFP)

Washington | rakyatmedan – Hanya beberapa jam setelah mengumumkan sepakat untuk membuka kembali kantor-kantor pemerintah federal yang ditutup, tanpa mendapat imbalan dana pembangun tembok di perbatasan Meksiko; Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah bahwa dirinya mundur dalam konfrontasi dengan partai Demokrat.

Trump menegaskan tetap pada pendiriannya untuk membangun tembok perbatasan dengan anggaran 5,7 miliar dolar AS.

“Ini bukan konsesi,” cuit Trump.

“Yang saya lakukan adalah mengurus kepentingan jutaan orang yang terkena dampak buruk penutupan kantor pemerintah atau shutdown, dengan pengertian kalau dalam 21 hari tidak ada kata sepakat (tentang tembok perbatasan), kita akan kembali lagi bertanding!” tambahnya.

Ketika mengumumkan pada Jumat sore bahwa dirinya sepakat dengan Demokrat untuk membuka kembali operasi pemerintahan untuk tiga pekan ke depan, Trump juga mengancam akan kembali memberlakukan shutdown atau mengumumkan keadaan darurat supaya bisa mendapat dana membangun tembok di perbatasan Meksiko, tanpa minta dana dari Kongres.

“Jadi, izinkan saya menyatakanya dengan sangat jelas: Kita benar-benar tidak punya pilihan selain membangun tembok atau penghalang baja yang kuat,” kata Trump, seperti dilaporkan CNN, Sabtu (26/1).

“Jika kita tidak mendapatkan kesepakatan yang adil dari Kongres, pemerintah akan tutup lagi pada 15 Februari, atau saya akan menggunakan kekuatan yang diberikan kepada saya di bawah hukum dan Konstitusi Amerika Serikat untuk mengatasi keadaan darurat ini.”

Keinginan Trump untuk membangun tembok perbatasan merupakan upaya untuk memenuhi janji kepada para pendukungnya semasa kampanye.

Namun, setelah penutupan kegiatan pemerintah selama 34 hari, disertai perang kata-kata hampir tiap hari antara Gedung Putih dan Demokrat, dukungan bagi Trump justru merosot.

Kantor berita Associated Press melaporkan, hanya 34 persen orang yang mendukung kinerja Trump, turun dari 42 persen sebulan lalu.

Di bawah rencana yang baru diumumkan, pemerintahan AS akan dibuka kembali selama tiga pekan, hingga 15 Februari mendatang.