Medan | rakyatmedan – Sebagai bentuk kesiapan melahirkan generasi emas 2045, salah satunya dengan memerangi stunting atau kekurangan gizi pada anak sehingga menyebabkan kekerdilan.

“Kekurangan memenuhi kebutuhan gizi selama masa kehamilan bisa menjadi cikal bakal balita stunting, karena perkembangannya terhambat sejak dalam kandungan,” kata Guru Besar Ilmu Faal dari Fakutas Kedokteran (FK) Universitas Padjajaran Bandung, Prof Dr dr Ambrosius Purba Msc AIFO, Selasa (29/1/2019)

Berbicara di hadapan mahasiswa dan dosen fakultas kedokteran Universitas Prima indonesia (Unpri) Prof Ambrosius dalam semibar itu membawakan topik ‘strategi melahirkan generasi emas dengan menurunkan prevalensi stunting dan penyakit katastropik’,

Terjadinya stunting, kata Ambrosius dapat disebabkan kualitas dan pola asupan gizi yang buruk pada ibu hamil dan anak (terutama sejak 6 minggu kehamilan sampai 1000 hari pertama kehidupan).

Selain itu juga akibat penyakit infeksi, masalah sosial seperti kemiskinan, pola asuh, serta masalah infrastruktur yang salah satunya berupa buruknya sanitasi

Seminar yang dilaksanakan di ruang serbaguna juga dihadiri Pendiri Unpri Dr. dr. I Nyoman Ehrich Lister, M.Kes., AIFM, Ketua BPH Dr Tommy Leonarda SH MKn, Rektor Dr. Chrismis Novalinda Ginting dan unsur pimpinan lainnya.

Untuk melahirkan generasi emas.ungkapnya sangat dipengaruhi faktor genetik yakni sebesar 40% – 50%, faktor gizi sebesar 30% – 40% (DHA dan AA), faktor lingkungan sebesar 10%-20% serta stimulasi yang tepat sesuai dengan usia anak.

Prof Ambrosius juga membahas penyakit katastoprik yang banyak menyebabkan kematian di usia produktif seperti hipertensi, penyakit jantung koroner dan diabetes melitus.

Salah satu upaya untuk mencegah dan rehabilitasi penderita penyakit katastropik adalah dengan melakukan deteksi dini dengan medical check up secara rutin.

Sementara itu Dekan FK Unpri dr. Linda Chiuman, MKM berharap di kemudian hari akan terjadi kerja sama yang baik dengan kedua universitas ini khususnya di bidang ilmu Biomedis.

Dr Linda juga berharap, topik yang dibawakan oleh Prof. Dr.dr. Ambrosius Purba Msc. AIFO dapat menambah pengetahuan bagi para peserta yang hadir.

Ketua BPH Dr Tommy Leonard SH MKn menyatakan terus melakukan upaya untuk menambah wawasan dan ilmu mahasiswa, seperti menghadirkan para pakar, praktisi, peneliti, atau pelaku usaha secara rutin untuk membawakan topik baru dan menarik sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan terkini.

“Dengan demikian mahasiswa dapat memperoleh informasi dan pengalaman baru, yang tentunya bermanfaat bagi mereka,” kata Tommy.

Seminar diisi dengan memberi kesempatan kepada peserta memberikan pertanyaan kepada Prof. Dr.dr. Ambrosius Purba. (rm-04)