PENERTIBAN. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan bekerjasama dengan seluruh unsur Kecamatan Medan Baru menertibkan pedagang kaki lima (PK5) yang menggelar lapak di sepanjang Jalan Dr Mansyur/USU, Selasa (29/1). | foto: istimewa
PENERTIBAN. Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan bekerjasama dengan seluruh unsur Kecamatan Medan Baru menertibkan pedagang kaki lima (PK5) yang menggelar lapak di sepanjang Jalan Dr Mansyur/USU, Selasa (29/1). | foto: istimewa

Medan | rakyatmedan – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan bekerjasama dengan seluruh unsur Kecamatan Medan Baru menertibkan pedagang kaki lima (PK5) yang menggelar lapak di sepanjang Jalan Dr Mansyur/USU, Selasa (29/1).

Selain melanggar peraturan yang berlaku dan memicu terjadinya kemacetan, penertiban ini juga dilakukan dalam rangka mendukung estetika kota.

Tidak hanya PK5 yang berjualan di badan jalan, pedagang yang menggunakan trotoar sebagai tempat untuk meletakkan barang dagangannya juga ditertibkan. Sebab, tindakan mereka itu dinilai telah ‘merampas’ hak pengguna jalan. Di samping itu keberadaan barang dagangan mereka di trotoar jalan jelas-jelas mengganggu estetika.

Penertiban yang dipimpin Camat Medan Baru Chandra Simbolon beserta jajarannya ini berjalan dengan lancar, sebab tak satu pun diantara PK5 ini yang melawan dan berupaya menggagalkan penertiban. Tampaknya mereka menyadari cara berjualan mereka bersalah dan menerima penertiban meski dengan berat hati.

Dalam penertiban ini Camat Medan Baru menyampaikan, bahwa pihaknya sebelum dilakukan penertiban ini, para PK5 telah berulangkali diberi surat peringatan agar tidak lagi berjualan di sepanjang jalan Dr Mansyur, tetapi beberapa pedagang tidak menggubris peringatan tersebut sehingga pihaknya perlu melakukan penertiban agar memberikan efek jera kepada para PK5.

“Para Pedagang ini sudah berulangkali kita beri surat peringatan. Namun surat peringatan itu tak ditanggapi. Itu sebabnya sore ini kita lakukan penertiban bersama petugas Satpol PP. Selain melanggar peraturan dan memicu terjadinya kemacetan. Kehadiran PK5 ini sangat mengganggu estetika kota,” ujar Chandra.

Chandra Simbolon juga menambahkan, akan terus memantau jalan ini kedepannya apakah masih ada PK5 yang bandel dan tetap berjualan dijalan ini atau tidak.

“Kami akan pantau jalan ini kedepannya apakah masih ada yang jualan di jalan ini atau tidak, jika masih ada yang berjualan kami akan tertibkan kembali hingga para PK5 benar-benar jera dan tidak ada lagi yang berjualan di jalan ini,” ucapnya.

Ada 3 gerobak beserta perlengkapan jualan milik PK5 disita pihak Satpol PP Kota Medan kemudian diamankan ke mako Satpol PP, dengan begitu para pedagang jera dan tidak akan berjualan disepanjang jalan lagi. Karen dengan adanya PK5 yang berjualan hingga ke badan jalan mengakibatkan kemacetan disepanjang jalan tersebut. (rm-05)