Medan | rakyatmedan– Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang pesat memicu pemunculan era revolusi industri. Hal ini tentu menjadi tantangan lembaga pendidikan selaku tempat menempa mahasiswa selaku agen perubahan di masa depan.

“Menyikapi tantangan itu FKiP Unpri siap menghadapinya dengan kecakapan intelektual dan keahlian berbasis teknologi agar produktivitas kerja semakin termaksimalkan,” kata Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unpri Dian Syahfitri SS MHum, Kamis (31/1).

Disebutkan Dian, sebagai salahsatu bentuk kesiapan menghadapi revoluai 4..0 itu, pihaknya mengadakan seminar bertajuk “Pengembangan Pembelajaran, Bahasa, Sastra, dan Budaya pada Era Revolusi 4.0.”

Seminar yang dilaksanakan di Mutiara Suara Naviri Convention Hall tersebut
dihadiri Ketua BPH Unpri Dr Tommy Leonard SH MKn, Rektor Dr Chrismis Novalinda Ginting MKes dan unsur pimpinan lainnya juga para mahasiswa.

Dian mengharapkan dengan seminar ini dapat mendorong pola-pola pendidikan yang sejalan bahkan mendukung prinsip-prinsip ideal keragaman budaya itu sendiri demi menjamin kebersamaan dan kerukunan sosial bangsa Indonesia.

Pada seminar itu menghadirkan tiga pembicara utama, yakni Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd (Guru besar Universitas Sebelas Maret), Nurhadi Nainggolan S.Psi (Praktisi NLP dan hypnotherapy) serta Beni Arnas (Sastrawan Nasional).

Selain ketiga pembicara utama, Hasan Al-Banna (sastrawan nasional) juga dihadirkan untuk menjadi moderator.

Prof. Dr. Sarwiji Suwandi, M.Pd selaku pembicara utama membahas mengenai budaya saat ini yang sangat tergantung dengan media sosial seperti handphone, sehingga media tersebut dapat difungsikan sebagai sarana pengembangan pembelajaran bahasa, sastra dan budaya.

Sedangkan, Nur Hadi Nainggolan membahas tentang hypnotherapy erat kaitannya dengan olah pikir agar siap menyambut era revolusi industri 4.0.

Sementara Beny Arnas, membahas mengenai sastra yang ada pada saat ini ditinjau dari sisi praktis.

Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Sri Dinanta Ginting, S.Pd., M.Pd juga menekankan bahasa, sastra dan budaya mesti menjadi salah satu motor penggerak kemajuan revolusi industri untuk memajukan bangsa Indonesia.

Ketua BPH Dr Tommy Leonard SH MKn menambahkan, pihaknya bangga dengan upaya yang dilaksanakan FKIP yang cepat tanggap menghadapi perkembangan saat ini.

Disebutkan Tommy, FKIP Unpri harus lebih meningkatkan fungsi dan perannya dalam menghasilkan calon guru yang bermutu dan profesional, sehingga terlahir guru-guru yang memiliki kompetensi dari semua aspek,kepribadian, sosial dan profesional sebagaimana yang dipersyaratkan oleh UU. (rm-04)