Presiden Rusia Vladimir Putin. | foto: AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin. | foto: AFP

Moskow | rakyatmedan – Rusia menghentikan sementara partisipasinya dalam perjanjian nuklir era perang dingin, Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty atay INF. Langkah ini diambil mengikuti AS yang sudah terlebih dahulu mundur.

INF adalah perjanjian yang disepakati AS dengan Rusia pada 1987 yang berfungsi memperlambat persaingan sejumlah negara dalam memperbanyak cadangan senjata.

AS mundur karena menilai Rusia telah melanggar INF selama bertahun-tahun. Salah satu yang disebut pelanggaran adalah saat Rusia mengumumkan pengembangan misil terbaru belum lama ini.

Rusia membantah telah melanggar INF, dan mengklarifikasi bahwa misil jelajah SSC-8 darat terbaru (juga dikenal sebagai Novator 9M729) sesuai dengan batasan perjanjian.

“Mitra kami di Amerika mengumumkan bahwa mereka menghentikan sementara partisipasi dalam perjanjian, dan kami juga melakukan hal yang sama,” ucap Presiden Rusia Vladimir Putin, seperti dilansir dari laman BBC, Sabtu (2/2).

“Semua proposal kami terkait perjanjian ini masih tetap tersedia. Pintu untuk dialog selalu terbuka,” tambah dia.

Sebelumnya di hari yang sama, Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Jens Stoltenberg mengatakan kepada BBC, bahwa “semua sekutu (Eropa) sepakat dengan AS, karena Rusia telah melanggar perjanjian (INF) selama beberapa tahun terakhir ini.”

“Mereka terus dan terus mengembangkan misil baru yang dapat dipasangi hulu ledak nuklir di Eropa,” lanjut dia.

Stoltenberg menambahkan, Rusia seharusnya memanfaatkan periode enam bulan yang telah diberikan AS untuk kembali mematuhi INF. (rm/mtc)