Medan | rakyatmedan – Dosen Teknik Geologi Institut Teknologi Medan (ITM) Ir Lismawaty MT menjadi salah satu narasumber dalam diskusi “PLTA Batangtoru masalah atau solusi.

Pada diskusi yang diselenggarakan Ikatan Alumni ITB Daerah Sumatera Utara (IAITB) di Hotel Grandhika Medan itu Lisnawaty menyampaikan materi “Kondisi Geologi Sekitar Daerah PLTA Batangtoru dan Implikasinya terhadap Konstruksi PLTA Batangtoru”

“Guna mengurangi potensi resiko tersebut, perlu dilakukan kajian kondisi geologi dan terutama kajian kegempaan atau seismik, pemberlakuan building code untuk konstruksi DAM, sehingga akan terbangun infrastruktut PLTA tahan gempa,” katanya, Senin (4/2/2019)

Dosen Geologi ITM mengatakan bahwa di Kabupaten Tapanuli Selatan akan dibangun PLTA Batangtoru oleh PT. NSHE. 

Pembangunan insfrastuktur PLTA Batangtoru di Kabupaten Tapanuli Selatan berada ditiga kecamatan, yaitu Kecamatan Sipirok, Marancar dan Kecamatan Batangtoru.

Lokasi konstruksi Dam yang direncanakan dibangun di wilayah Kecamatan Sipirok, kondisi geologi permukaan sekitar areal Dam tersebut disusun batuan yang dominan bersifat kurang kompak, yaitu batupasir, tufa hasil letusan erupsi Toba dan erupsi

Menurutnya membangun infrastruktur pada kondisi geologi demikian sangat berpotensi akan resiko tinggi. 

Antisipasi tersebut sangat perlu dilakukan karena efek dari goncangan gempa dapat mengakibatkan kerusakan inftrastrutur, likuifaksi, longsor, tsunami dan fault repute. 

Disisi lain bencana gempa merupakan bencana alam geologi yang tidak dapat dicekah, kapan keterjadiannya belum bisa diprediksi dan ketika terjadi mengakibatkan kerugian yang besar.

Dari uraian jelas LTA memang solusi alternatif untuk mengoptimalkan energi terbarukan, mengingat sumber energi fosil yang bersifat tidak dapat diperbaharuhi seiring waktu akan habis. 

“Apakah PLTA Batangtoru masalah atau tidak masalah, itu soal pilihan. Bila pembangunan tidak dan atau kurang memperhatikan segala aspek daya dukungnya, maka PLTA Batangtoru bisa jadimasalah,”katanya. 

Namun bila kajian aspek fisik (geologi dan kegempaan) dilakukan, berikut memperhatikan aspek daya dukung lainnya, maka PLTA Batangtoru tidak hanya bermanfaat atau solusi atas krisis energi, namun juga aman untuk masyarakat Tapanuli Selatan pada khususnya dan masyarakat Sumut umumnya.

Sedangkan realisasi Jurusan Teknik Geologi ITM yaitu mengembang tumbuhkan riset dan penyelidikan serta penyebarluasan informasi kebumian ke masyarakat luas.

Kepala Badan Geologi, Kementerian Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Rudy Suhendar membuka secara Resmi Kolokium Pusat Survei Geologi yang mengusung tema “Penyediaan data dasar kebumian untuk menjawab Isu Strategis Nasional”. (rm-04)