Presiden Taiwan Tsai Ing Wen
Presiden Taiwan Tsai Ing Wen

Beijing | rakyatmedan – Tahun Baru Imlek 2570 jatuh pada Selasa (5/2) besok. Jutaan orang China, baik di dalam negeri maupun dari berbagai negara, mudik untuk merayakannya.

Eksodus jutaan orang ini menjadi imigrasi manusia tahunan terbesar di dunia. Mereka meninggalkan kota-kota besar untuk kembali ke kota asal mereka demi liburan tahun baru.

Liburan paling penting dalam kalender China sangat menekankan pada reuni keluarga, dan para pelancong merasa harus pulang pada Senin (4/2) untuk menjadi saksi datangnya Tahun Baru Imlek 2019 yang dikenal sebagai Tahun Babi pada tengah malam nanti.

Di Stasiun Kereta Api Beijing, ribuan orang sudah berseliweran dalam cuaca dingin sejak pekan lalu. Mereka mengenakan mantel tebal dan membawa barang bawaan.

Mereka termasuk sekelompok anak-anak dengan tas berwarna cerah yang dihiasi dengan karakter kartun, sangat kontras dengan pagi yang gelap dan dingin. Mereka kebanyakan mudik ke Hunan, China tengah.

Kantor berita Xinhua melaporkan, operator kereta api memperkirakan ada sekitar 413 juta perjalanan selama musim liburan tahun ini, atau naik 8,3 persen dari tahun lalu.

Presiden Taiwan Tsai Ing Wen menekankan kurangnya kebebasan warga Tionghoa dalam sebuah pesan untuk menandai dimulainya Tahun Baru Imlek.

Dia berharap etnis Tionghoa di seluruh dunia dapat mengalami “berkah” demokrasi.

Taiwan yang kini menjadi pemerintahan sendiri adalah masalah paling sensitif di China dan diklaim oleh China sebagai wilayah keramatnya.

Presiden China Xi Jinping meningkatkan tekanan terhadap pulau yang menganut demokrasi itu sejak Tsai, dari Partai Progresif Demokratik yang pro-kemerdekaan, menjadi presiden pada 2016.

Xi melontarkan peringatan keras bahwa China memiliki hak untuk menggunakan kekuatan militer guna membawa Taiwan di bawah kendalinya. Kendati demikian, pihaknya akan berjuang untuk “penyatuan kembali” secara damai.

Tsai, dalam pesan Tahun Baru Imlek, mengatakan bahwa Taiwan mampu mempertahankan tradisi budaya dan berkomitmen untuk menegakkan nilai-nilai kebebasan dan demokrasi.

Pesan itu di-posting pada Minggu malam di akun media sosial resminya.

“Mereka yang berada di tempat-tempat yang kekurangan demokrasi mungkin tidak memahami komitmen ini. Kami berharap etnis Tionghoa di seluruh dunia dapat mengalami berkah ini,” ujarnya, tanpa menyebut China secara langsung.

“Jadi saya ingin menyampaikan tiga (harapan) tahun baru bagi teman-teman etnis Tionghoa kami di dalam dan luar negeri. Saya harap Anda semua dapat menikmati demokrasi, kebebasan, dan kemakmuran yang berkelanjutan,” ujarnya.

Belum ada ada reaksi langsung dari China terkait pesan Tahun Baru Imlek dari Tsai. Pidato Tahun Baru Imlek Xi Jinping juga disampaikan pada Minggu kemarin.

Namun, Xi dalam pidatonya tidak menyebutkan Taiwan. (rm/in)