Ilustrasi perekaman KTP elektronik | foto: istimewa
Ilustrasi perekaman KTP elektronik | foto: istimewa

Medan | rakyatmedan – Ribuan warga binaan yang berada di sejumlah lembaga permasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) Kota Medan, terancam golput atau tidak memilih pada Pemilu 2019. Alasannya, hingga Februari ini mereka belum melakukan perekaman KTP elektronik (e-KTP).

Terhitung dari 4.401 jiwa warga binaan, baru 1.044 yang sudah melakukan perekaman. Sedangkan sisanya ada 3.357 yang kemungkinan terancam golput.

Komisioner KPU Kota Medan, Nana Miranti mengatakan, sudah bekerjasama dengan Dinas Dukcapil Kota Medan untuk melakukan perekaman terhadap warga binaan di lima lapas. Dia optimis, hal ini bisa segera selesai sebelum memasuki batas waktu yang ditentukan.

“Berdasarkan tenggat waktu yang diberikan untuk perekaman e-KTP warga binaan hingga 14 Februari. Kita optimis itu akan tercapai,” kata Nana saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (5/2).

Menurut dia, banyak dari warga binaan lapas yang bukan lah penduduk asli Kota Medan. Meski begitu, mereka tetap dapat menggunakan hak pilihnya, karena KPU akan mengeluarkan form A5, khusus penghuni lapas.

Dari ribuan warga binaan lapas di Kota Medan, kata dia, ada yang memang sudah masuk dalam DPT (daftar pemilih tetap), dan sebagian lagi belum. Bagi mereka yang masuk DPT, solusinya dengan form tersebut.

“Tapi untuk yang belum masuk dalam DPT, saat ini sedang ditabulasi untuk menunggu instruksi selanjutnya,” ujarnya.

KPU tetap bisa memfasilitasi hak suara para napi yang memang sudah memiliki NIK. Caranya dengan memasukkan mereka dalam daftar pemilih tambahan, untuk memastikan hak pilih mereka. (rm/in)