Medan I rakyatmedan – Situasi nasional jelang pemilu 2019 dinilai semakin panas. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Berangkat dari keprihatinan terhadap perkembangan kebangsaan itu maka beberapa tokoh nasional yang dimotori Mahfud MD mencetuskan Gerakan Suluh Kebangsaan dengan mengadakan jelajah kebangsaan yang diisi dengan saresehan kebangsaan.

“Dari gerakan ini, kita ingin menyerukan agar masyarakat memaknai pemilu sebagai pesta demokrasi yang menyenangkan, bukan sebaliknya,” kata Mahfud MD di Medan, Jumat (8/2/2019).

Menurutnya Pemilu 2019 ini sangat berbeda dengan Pemilu sebelumnya dan memanas sehingga dikhawtirkan bisa menimbulkan perpecahan antar anak bangsa.

“Rawannya terjadi perpecahan di Pemilu 2019 karena munculnya isu identitas dan antar politik saling menyerang,” ungkap mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini. 

Jika pemilu dimulai dengan pertengkaran dan saling menyerang kata Mahfud, kemungkinan besar akan juga menghasilkan yang tidak baik. Karena sejatinya pemilu itu memilih pemimpin.

Jelajah itu meliputi hampir seluruh kota besar di Indonesia, seperti Jogyakarta. Jakarta, Surabaya, Gorontalo, Makassar dan Medan. Demikian beberapa daerah lainnya yang minggu depan dijadwalkan di Mataram.

Tujuan Gerakan Suluh Kebangsaan ini untuk berkeliling menyampaikan seruan-seruan di setiap kota.

“Mari kita jaga Pemilu 2019 ini. Siapapun yang menang jangan sewenang-wenang kepada yang kalah ,” katanya.

Pada jelajah kebangsaan di Medan, besok, Sabtu (9/2/2019) digelar di Ballroom Lt 9, Hotel Four Points Sheraton Jalan Gatot Subroto Medan yang akan dirangkai dengan saresehan kebangsaan berthema merawat kebhinekaan mengokohkan kebangsaan.

Sedangkan pemantik diskusi selain menghadirkan Prof Dr Mohammad Mahfud MD., S.H., S.U juga Dr  H Abdul Mu’t, M.Ed, Prof Dr Saiful Akhyar Lubis  M.A , Prof Dr Saidurrahman M.Ag dan Prof Hj  Sri Sulistyawati SH MSi PhD. (rm-04)