Semen Padang bakal meramaikan persaingan GO-JEK Liga 1 musim depan. Mereka promosi dengan status runner up Liga 2 2018.| foto: istimewa
Semen Padang bakal meramaikan persaingan GO-JEK Liga 1 musim depan. Mereka promosi dengan status runner up Liga 2 2018.| foto: istimewa

Jakarta | rakyatmedan – Tim promosi Semen Padang FC telah melengkapi kuota pemain asingnya setelah meresmikan kedatangan penyerang asal Estonia, Tristan Koskor. Kabau Sirah mendatangkan Koskor dari klub Meistriliga Estonia, Tartu JK Tammeka dengan status pinjaman selama satu musim.

Sebelum Koskor, manajemen Semen Padang telah lebih dulu mengontrak bek Shukur Pulatov (Uzbekistan), dan dua gelandang Nildo Juffo (Brasil) dan Mario Barcia (Argentina). Tercatat, saat ini terdapat tujuh tim yang sudah melengkapi slot pemain asingnya.

Selain Semen Padang, enam klub lain yang telah memenuhi slot pemain asing untuk menghadapi kompetisi Liga 1 2019 adalah Arema FC, Bali United FC, Borneo FC, Madura United FC, Persija Jakarta dan PSM Makassar.

Keberhasilan Semen Padang dalam mengikat Koskor tentu patut diapresiasi. Pasalnya, saat ini tak banyak klub-klub Liga 1 yang memutuskan untuk mengontrak pemain asing asal benua Eropa. Terlebih, Koskor datang ke Indonesia dalam usia yang masih terbilang muda, 23 tahun.

Dilansir dari Soccerway, pemain 191cm itu tergolong sebagai striker yang subur. Musim lalu, ia sukses mencetak 21 gol dalam 36 penampilan di Liga Estonia. Koskor juga baru saja membuat debut bersama tim nasional senior Estonia pada 11 Januari lalu.

“Kami sudah mengikat Koskor dengan durasi peminjaman satu tahun. Saya berharap dia bisa bermain dengan sebaik mungkin. Dia pemain hebat yang tentu akan sangat membantu tim ini,” kata Manajer Semen Padang, Win Bernardino.

Koskor pun merasa tertantang dengan petualangan barunya di Kota Padang. Ia menegaskan tak akan membuang kesempatan tersebut.

“Ketika tawaran datang, saya membahasnya bersama klub, karena akan menjadi tempat yang menarik untuk bermain sepak bola. Saat klub melepas saya, itu menjadi tantangan tersendiri, baik dari kultur sepak bola maupun kehidupan di sana,” ucap Koskor dilansir laman resmi klub.

Selain Semen Padang, tiga klub lain seperti PSM Makassar, Bali United FC dan Persija juga menggunakan jasa pemain asing asal Eropa. Tercatat, tiga pemain PSM (dua Belanda, satu Finlandia), satu pemain Bali United berasal dari Belanda serta penyerang Persija asal Kroasia masih dipertahankan untuk musim ini.

Willem Jan Pluim dan Marc Klok tetap menjadi tokoh sentral Juku Eja meskipun sudah tidak lagi dilatih Robert Alberts. Kedatangan Eero Markkanen juga diharapkan semakin menambah kekuatan lini serang PSM. Sedangkan Melvin Platje, 10 golnya dalam 18 pertandingan Bali United pada putaran kedua musim lalu membuatnya masih layak untuk diandalkan.

Dominasi pemain Brasil

Berdasarkan regulasi pemain asing Liga 1 yang dikelola PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi, terdapat aturan 3+1 terkait pemain asing. Artinya, setiap klub Liga 1 hanya boleh menggunakan empat pemain asing dengan rincian tiga berasal dari benua Eropa, Amerika, Afrika, dan satu sisanya wajib memiliki satu pemain Asia-Australia.

Dari perkembangan bursa transfer pemain asing, pemain asal Brasil masih menjadi primadona klub-klub Liga 1. Kemudian untuk memenuhi slot pemain dari Asia, para kontestan lebih banyak menggunakan jasa pemain dari Uzbekistan, Australia, Tajikistan, Korea Selatan, serta Jepang.

Sebanyak 20 pemain asing debutan untuk sementara telah dikontrak para klub. Disamping itu, perpindahan pemain asing antar klub Liga 1 juga terjadi. Diantaranya Jaimerson Xavier (Dari Pesija ke Madura United), Aleksandar Rakic (Tira Persikabo-Madura United) dan Loris Arnaud (Persela Lamongan-Tira Persikabo).

Hanya saja, terdapat beberapa pemain asing yang juga memutuskan mencari petualangan baru di luar Indonesia setelah berkiprah di Liga 1. David da Silva salah satunya. Penyerang asal Brasil itu sejatinya memiliki musim yang sangat bagus bersama Persebaya Surabaya.

Pemain berusia 29 tahun tersebut sukses mencetak 20 gol dalam satu musim. Pencapaiannya itu hanya selisih satu gol dari top scorer Liga 1 2018, Aleksandar Rakic yang mencetak 21 gol. Musim berakhir, David da Silva akhirnya memilih hijrah ke Korea Selatan, bergabung dengan klub kasta teratas K-League 1, Pohang Steelers.

Persebaya langsung bergerak cepat mencari mesin gol pengganti. Bajul Ijo akhirnya resmi mendapatkan jasa Amido Balde. Pemain asal Guinnea-Bissau itu memiliki rekam jejak yang cukup bagus, pernah bermain untuk Celtic FC dan timnas Portugal U-20.

“Sebelumnya saya memiliki banyak penawaran. Tapi agen saya mengatakan kepada saya tentang Persebaya. Tentang nama besar tim, suporternya yang militan,” kata Balde dikutip laman resmi klub.

Sampai saat ini, Persebaya telah memiliki tiga legiun asing yakni Otavio Dutra (Brasil), Amido Balde (Guinnea-Bissau) dan Manuchekhr Dzalilov (Tajikistan). Menurut rencana, Bajul Ijo juga tengah menunggu satu pemain asing lagi, yaitu Damian Lizio untuk melengkapi slotnya.

Masing-masing pemain tersebut mendapatkan kontrak selama satu tahun. Terdapat kekhawatiran dari pemilik klub jika mengikat kontrak pemain asing dengan jangka panjang.

Sebenarnya, situasi itu dinilai kurang menguntungkan bagi Persebaya, jika melihat fakta bahwa mereka kehilangan David da Silva yang hanya dikontrak setahun. Hal sama juga menimpa PSIS Semarang, yang harus merelakan Bruno Silva ke klub kasta kedua Liga Arab, Al-Ain.

Selain David da Silva dan Bruno Silva, beberapa pemain asing yang memutuskan hijrah ke liga luar diantaranya Jonathan Bauman dan Fernando Rodriguez.

“Misalnya, Persebaya mengontrak pemain asing tiga tahun, kami belum tahu regulasi tahun depan berubah atau tidak,” kata Manajer Persebaya, Candra Wahyudi.

Sementara itu dari 18 tim Liga 1 2019, terdapat dua klub yang sampai kini terlihat adem-ayem dalam perburuan pemain asing. Mereka adalah Perseru Serui dan PSS Sleman.

Sempat beredar kabar eks pemain belakang Tira Persikabo asal Trinidad-Tobago, Radanfah Abu Bakr dan eks bek PSM asal Prancis Steven Paulle segera merapat dengan tim Elang Jawa, namun kabar tersebut ditepis manajemen klub.

“Dalam waktu dekat kemungkinan ada (pemain asing) yang kami trial, tapi belum bisa diumumkan siapa namanya,” ujar Manajer PSS, Retno Sukmawati.

Kehadiran pemain asing pada kompetisi Liga 1 memang memiliki peran penting. Tak hanya soal gengsi, klub mendatangkan pemain asing berkualitas demi mendongkrak penampilan dalam mengarungi musim.

Periode pendaftaran pemain baru akan dibuka PSSI pada 15 Februari mendatang dan berakhir pada 9 Mei 2019. 

Tujuh tim Liga 1 yang telah melengkapi slot pemain asing:          Arema FC: Arthur Cunha (Brasil), Robert Lima (Brasil), Makan Konate (Mali), Pavel Smolyachenko (Uzbekistan)

Bali United FC: Willian Paheco (Brasil), Melvin Platje (Belanda), Paulo Sergio (Portugal), Brwa Nouri (Irak)

Borneo FC: Matias Conti (Argentina), Jan Lammers (Belanda), Renan Silva (Brasil), Javlon Guseynov (Uzbekistan)

Madura United: Jaimerson Xavier (Brasil), Aleksandar Rakic (Serbia), Zah Rahan (Liberia), Dane Milovanovic (Australia)

Persija: Marko Simic (Kroasia), Vinicus Lopes (Brasil), Bruno Matos (Brasil), Jahongir Abdumuminov (Uzbekistan)

PSM: Marc Klok (Belanda), Willem jan Pluim (Belanda), Eero Markkanen (Finlandia), Aaron Evans (Australia)

Semen Padang: Mario Barcia (Argentina), Nildo Victor Juffo (Brasil), Shukurali Pulatov (Uzbekistan), Tristan Koskor (Estonia). (rm/li)