Kepala LLDikti Sumut, Prof Dian Armanto. | foto: istimewa
Kepala LLDikti Sumut, Prof Dian Armanto. | foto: istimewa

Medan | rakyatmedan – Kementerian riset teknologi dan pendidikan tinggi (Kemenristekdikti) melalui Lembaga Layanan Dikti menutup operasional tujuh perguruan tinggi swasta (PTS) di Sumatera Utara (Sumut).

“Penutupan itu kita lakukan karena tidak ada samasekali upaya ketujuh PTS tersebut untuk memperbaiki diri. Padahal sebelumnya telah diperingati,” kata Kepala LLDikti Sumut Prof Dian Armanto, Senin (11/02/2019)

Berikut nama-nama ketujuh PTS yang ditutup.
1. Politeknik Tugu 45 Tebingtinggi
2. Akbid Eunice Rajawali Binjai
3. Politeknik Profesional Mandiri
4. Politeknik Trijaya Krama
5. Akubank Swadaya Medan
6. Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Indonesia
7. Akademi Manajemen Ilmu Komputer Medan

Menurut Dian, ada beberapa alasan penutupan terhadap PTS bermasalah itu, yakni, perguruan tingginya tidak aktif.

Hal itu dilihat dari tidak adanya proses tridharma perguruan tinggi, tidak ada mahasiswa/dosen dan tidak memiliki gedung atau lahan. Kemudian adanya keinginan pemilik/yayasan yang disertai dengan pembuatan surat pernyataan.

Alasan lain ditutupnya PTS itu karena melakukan pelanggaran berat dilihat dari, perguruan tinggi/prodi itu tidak terakreditasi tetapi mengeluarkan gelar akademik dan memberikan ijazah pada orang yang tak berhak.

Penyebab lainnya juga karena perguruan tinggi itu tidak mengajukan akreditasi ulang sebagaimana ditentukan dalam peraturan perudang-undangan dan menyelenggarakan pendidikan jarak jauh tanpa izin menteri.

“Terjadi konflik/sengketa baik antara pengurus yayasan atau pemangku kepentingan internal PTS, sehingga penyelenggaraan Tridharma perguruan tinggi terganggu jugamempengaruhi ditutupnya perguruan tinggi tersebut,” ungkap Dian Armanto.

Dian juga menyebutkan tidak tertutup kemungkinan masih ada lagi PTS yang bermasalah dan terancam mendapat sanksi. Sebab dalam waktu dekat ini Kemenristekdikti akan mendatangkan tim evaluasi kerja akademik (EKA) untuk memeriksa belasan perguruan tinggi itu.

Diakui Dian, pada 2019 ini akan besar-besaran melakukan perbaikan mutu, sebab LLDikti Sumut sudah menjadi lembaga pemetaan mutu.

Menurut Dian, ada beberapa tugas LLDikti yakni memfasilitasi pemetaan mutu, peningkatan mutu penyelenggaraan, memfasilitasi mutu pengelolaan dan memfasilitasi kesiapan.

Kemudian melaksanakan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan fasilitas peningkatan mutu serta melaksanakan pengelolaan data dan informasi di bidang mutu dan melaksanakan administrasi LLDikti.

“Kita berharap kepada PTS yang mendapat pembinaan dari tim EKA nantinya untuk segera memperbaiki diri sesuai permintaan Kemenristekdikti,” harap Dian Armanto.

Dian menambahkan, ubtuk yayasan yang PTS nya dinyatakan tutup tetapi masih keberatan dengn hal tersebut dipersilahkan untuk mengajukan keberatan dan meminta tim EKA hadir dan menilai kembali keberadaan PTSnya atau mengajukan usul pendirian PTS baru dengan nama baru.

“Jika sudah lengkap borangnya dan dosennya juga cukup, sarana prasarana tersedia, sekarang sudah tidak sulit mengajukan pendirian dan penutupan PTS. Dengan aturan dan prosedur yg dilaksanakan sekarang, diperkirakan dalam 15 hari sudah ada kepastian berhasil tidaknya usulan pendirian tersebut,” demikian tegas Dian Armanto. (rm-04)