Jakarta | rakyatmedan – Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (Ketum PSSI) Joko Driyono memenuhi panggilan penyidik Satgas Antimafia Bola untuk diperiksa sebagai tersangka kasus perusakan barangbukti pengaturan skor.

Pria yang akrab dipanggil Jokdri ini hadir dengan mengenakan pakaian batik dan didampingi oleh dua kuasa hukumnya sekitar pukul 09.48 WIB.

“Kita ikutin saja prosesnya, ok,” singkat Jokdri di Mapolda Metro Jaya, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan, Senin (18/02/2019).

 Diketahui, Jokdri ditetapkan sebagai tersangka perusakan barang bukti kasus dugaan pengaturan skor sejak Kamis, (14/2) lalu. Jokdri menjadi aktor intelektual perusakan dan pencurian barangbukti di Kantor Komdis PSSI, Jalan Taman Rasuna Timur, Menteng Atas, Setiabudi.

Dia menyuruh tiga orang bernama Muhammad Mardani Mogot alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofu untuk mengambil laptop Jokdri serta alat bukti lainnya, usai Satgas Antimafia Bola menggeledah kantor tersebut.

Padahal, kantor tersebut sedang dalam pengawasan kepolisian dengan diberi tanda garis polisi. Ketiga orang suruhan Jokdri itu merusak police line, hingga masuk tanpa izin.

Joko Driyono terancam dijerat dengan Pasal 363 KUHP dan atau Pasal 265 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP. Pasal-pasal tersebut pada intinya mengenai tindakan pencurian dengan pemberatan atau perusakan barangbukti yang telah terpasang police line.