Medan | rakyatmedan – Pasangan suami istri (pasutri)  berinisial FBP (48) dan RSN (48) diamankan Polsek Medan Labuhan karena diduga melakukan penganiayaan terhadap anak kandungnya yang masih berusia 9 tahun.

Pasutri yang bermukim di Pasar II Barat Gang Arjuna Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan ini terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian.

Menurut Kapolres Belawan, AKBP Ikhwan Lubis, kejadian ini berawal  informasi dari masyarakat adanya pelaku penganiayaan terhadap anak yang dilakukan oleh kedua orang tuanya yang kasusnya viral di media sosial Facebook.

Dari laporan itu, Kanit Reskrim Iptu Bonar H Pohan, dibantu Panit Reskrim Ipda M Hutape, langsung menuju ke lokasi melakukan penyelidikan. Berkat kejelian kedua tersangka penganiaya terhadap korban berhasil diamankan.

“Ketika diinterogasi tersangka FBP mengakui korban adalah anak tirinya dan SN merupakan ibu kandung korban. Mereka melakukan penganiayaan sebanyak dua kali di rumahnya setelah pulang dari kerja,” katanya, Kamis (21/02/2019).

Akibat penganiayaan, sambung Ikhwan, korban mengalami luka gores pada pipi kiri dan kanan, lecet di kening sebelah kanan, bekas memar pada paha kanan dan kepala terasa sakit karena sering dipukuli kedua tersangka.

“Keduanya telah ditahan. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya mereka dikenakan Pasal 80 UU No. 35 Tahun 2014 atas perubahan UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak ancaman hukuman 5 tahun penjara,” jelasnya. (rm-08)