Ilustrasi (Foto: Android Authority)
Ilustrasi (Foto: Android Authority)

Jakarta | rakyatmedan – Lebih dari 95 persen aplikasi Android berbahaya yang ditangkap Google Play Protect diketahui menargetkan sistem operasi versi lama. Fakta tersebut dipaparkan dalam sebuah data Google terbaru.

Untuk memberantas aplikasi Android berbahaya, pada akhir tahun ini Google Play Protect akan mulai memperingati pengguna jika mereka mencoba memasang aplikasi dari sumber apa pun yang tidak menargetkan Android API level 26 atau lebih tinggi.

Dengan kata lain, jika Anda mencoba memasang aplikasi dengan update terkini yang tidak menargetkan Android 8.0 Oreo atau yang lebih baru, akan muncul sebuah peringatan yang memberitahu aplikasi kemungkinan tidak aman, seperti dikutip dari Android Authority, Minggu (24/02/2019).

Google berharap peringatan pop-up ini akan membuat pengembang memperbarui aplikasi mereka ke tingkat API yang lebih baru. Perubahan ini akan memengaruhi aplikasi yang dipasang dari sumber apa pun seperti toko aplikasi Huawei, Oppo, Xiaomi, dan lain-lain.

Selain itu, perubahan juga akan memengaruhi pemasangan sideload seperti dari Epic Games, tempat jutaan pengguna Android mengunduh game Fortnite. Di Google Play Store, segalanya akan semakin ketat.

Untuk aplikasi Play Store yang baru dan menerima pembaruan pada 2020, pengembang akan diminta menargetkan API level 28 atau lebih tinggi yakni Android 9 Pie. Karena Google mengendalikan Play Store, raksasa mesin pencarian ini bisa menangani pengembang yang tidak mematuhi aturan secara langsung.

Sementara itu, aplikasi lama yang tidak diperbarui tak akan terpengaruh aturan baru ini. Selain itu, aplikasi yang dirancang untuk Android versi lama juga akan tetap diizinkan. (rm/in)