Seorang korban miras oplosan di Golaghat dirawat di rumah sakit pemerintah. Foto | AFP
Seorang korban miras oplosan di Golaghat dirawat di rumah sakit pemerintah. Foto | AFP

New Delhi | rakyatmedan  – Korban tewas akibat minuman keras (miras) oplosan di Negara Bagian Assam, India hingga Minggu (24/02/2019) menjadi 133 orang. Ada 35 korban tewas tambahan hari ini.

Sebagian besar dari korban merupakan pekerja perkebunan di Assam yang menenggak miras oplosan sejak 3 hari lalu. Mereka membeli minuman beralkohol yang dioplos dengan bahan lain, namun menjadi beracun.

“Korban tewas mencapai 133 di Distrik Golaghat dan Jorhat akibat tragedi miras oplosan,” kata pejabat kepolisian Assam, Mukesh Agarwala, dikutip dari AFP.

Agarwala menambahkan, polisi sebenarnya sudah menahan 10 orang, terdiri dari pemasok dan pedagang miras oplosan. Namun lima di antara mereka, yakni pemasok, tewas karena ikut mengonsumsinya. Tiga lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Polisi juga sudah mengindetifikasi 17 orang lain yang terlibat, yakni para penjual.

Surat kabar Hindustan Times melaporkan, kebanyakan dari pekerja yang menjadi korban merupakan buruh perkebunan teh.

Kasus keracunan miras oplosan ini terungkap setelah empat pekerja perkebunan teh Halmira di Distrik Golaghat tewas pada Kamis (21/02/2019) malam. Setelah itu 71 warga Golaghat dan 43 warga Jorhat tewas setelah mengonsumsi minuman bernama ‘sulai’ itu.

Minuman terbuat dari beras fermentasi atau jaggery yang dicampur bahan-bahan lain.

Menteri Kepala Negara Bagian Assam Sarbananda Sonowal mengatakan, setiap keluarga korban tewas akan mendapat santunan 200.000 rupee atau sekitar Rp40 juta, sementara korban yang dirawat jalan mendapat 50.000 rupee atau sekitar Rp10 juta. (rm/in)