Hongkong | rakyatmedan – Bocah 12 tahun di Hong Kong meninggal akibat tersedak bakso, Minggu (24/02/2019). Korban, Chau, sempat dirawat di rumah sakit selama 3 hari, namun nyawanya tak tertolong.

Cerita bermula saat siswa kelas 1 SMP itu pulang dari sekolah di Distrik Wong Tai Sin Jumat (22/02/2019) pukul 17.00 waktu setempat.

Di perjalanan, dia mampir ke sebuah restoran untuk membeli makanan. Saat itu, Chau membeli somay dan bakso seharga 24 dolar Hong Kong atau sekitar Rp35.000.

Saat berjalan kaki pulang ke rumah, dia memakan satu bakso hingga membuatnya tersedak.

Seorang perempuan penjaga keamanan kompleks tempat Chau tinggal mendapati bocah itu berusaha mengeluarkan bakso dari tenggorokan dengan memukul-mukul lehernya. Petugas itu pun menelepon ambulans lalu membawa korban ke Caritas Medical Centre.

Namun rumah sakit itu tak bisa menangani meski bakso sudah dikeluarkan, sehingga Chau dirujuk ke Rumah Sakit Princess Margaret. Dokter sudah berusaha tapi Chau tak bertahan dan dinyatakan meninggal pada Minggu pukul 20.50.

Menurut laporan surat kabar Apple Daily, Chau menderita kegagalan fungsi otak akibat kurangnya pasokan oksigen ke kepala. Dampak dari kekurangan oksigen di otak menyebabkan kegagalan fungsi organ tubuh lainnya.

Berkaca dari kasus ini, presiden Hong Kong College of Emergency Medicine Axel Siu mengingatkan bahayanya makan sambil jalan.

“Jika orang mengunyah terlalu cepat atau makan sambil jalan, makanan bisa saja salah masuk yakni ke saluran udara,” ujarnya, kepada The Standard.

Dia juga mengajak orang-orang untuk membantu memberikan pertolongan pertama kepada korban tersedak. Di antara cici-ciri orang tersedak adalah wajahnya membiru. Jika mendapati kasus ini, korban harus ditolong dengan gerakan Heimlich. (rm/in)