Medan I rakyatmedan – Mbiz.co.id, pionir di bidang solusi e-procurement yang lengkap dan menyeluruh di Indonesia selenggarakan Mbiz Meet Hub: Journey to Industry 4.0 through Digital Transformation.

Gelaran yang terdiri dari seminar, lokakarya, dan diskusi ini menghadirkan profesional, pakar Good Corporate Governance, pegiat anti-korupsi, ahli di bidang penanaman modal dan reputasi usaha, serta pakar pengadaan barang dan jasa elektronik (e-procurement).

Mbiz Meet Hub tahun ini membahas kesiapan dunia usaha Indonesia dalam menghadapi era industri 4.0 termasuk penggelaran tranformasi digital di semua lini tata kelola perusahaan, untuk makin memperkuat reputasi, pertumbuhan, dan keberlanjutan bisnis yang makin penuh tantangan di era disruptif.

Seperti telah banyak dipublikasikan, era disruptif telah mendorong munculnya kebutuhan-kebutuhan baru dan peluang-peluang baru yang makin kompleks dan menuntut kompetensi pengelolaan yang makin meningkat pula.

“Kehadiran Mbiz sebagai platform e-procurement dan bagian dari pendorong transfornasi digital kami harapkan mampu berkontribusi dalam mewujudkan komitmen pemerintah dalam Making Indonesia 4.0.”ujar Gati Wibawaningsih, S.Teks, M.A, Direktur Jendral IKMA Kementrian Perindustrian kepada rakyatmedan, Selasa (26/2/2019)

Disebutkannya kehadiran Mbiz dengan komitmennya yang tinggi dalam turut membantu menguatkan integritas dunia usaha dengan nilai-nilainya, menjadikan makin optimistis Indonesia mampu menjadi satu di antara 10 negara dengan kekuatan ekonomi digital terbesar di dunia.

Transformasi digital, termasuk pada pengadaan barang dan jasa, menawarkan keunggulan serta nilai-nilai yang mampu menjawab beragam tantangan dan kompleksitas yang berpotensi menciptakan inefisiensi dan penurunan produktivitas bisnis.

Sementara itu Rizal Paramarta, CEO Mbiz.co.id menyebutkan teknologi terkini yang mampu menciptakan otomatisasi, alur kerja dan penganalisaan data yang makin cepat dan akurat, serta transparansi pada proses-proses yang dilakukan, menjadikan penggelaran transformasi digital khususnya dalam pengadaan barang dan jasa sebagai solusi efektif untuk akselerasi bisnis.

Rizal menambahkan, pada pengadaan barang dan jasa, penerapan proses konvensional seringkali memunculkan permasalahan dan kendala klasik yang berpotensi berimbas pada efisiensi dan produktivitas.

Berdasarkan data analisa Mbiz.co.id, pengadaan barang dan jasa yang dilakukan secara konvensional memiliki tingkat transparansi rendah, rawan terhadap potensi ketidakpatuhan dan penyimpangan.

Selain itu membutuhkan waktu yang relatif lama dalam pelaksanaan beragam proses yang harus dilakukan – dari proses manual internal, proses kelengkapan dokumen, pemilihan vendor, pembandingan dan penilaian, proses approval, hingga proses pengauditan, serta memiliki problematika pada tingkat akuntabilitas.

Persoalan-persoalan klasik inilah yang mendorong kami menciptakan sebuah platform yang dapat dijadikan solusi efektif yang dapat di adopsi oleh seluruh perusahaan.

“Melalui penggunaan platform Mbiz.co.id yang dapat dimanfaatkan tanpa dipungut biaya, organisasi bisnis dapat memperoleh solusi e-procurement yang lengkap dan menyeluruh,” papar Rizal.

Beragam manfaat yang dihadirkan oleh Mbiz.co.id antara lain adalah proses transparansi yang menjamin semua data dapat dilacak dan diaudit, tersedianya fasilitas untuk membantu dalam penilaian dan analisa pembelanjaan.

Kemdian proses pengadaan yang lebih sederhana dan tidak kompleks, pengelolaan vendor melalui satu pintu melalui One-gateway Vendor Management, tersedianya akses ke pakar-pakar terkait, efisiensi dan optimalisasi SDM, hingga yang paling penting adalah total compliance.

Sedangkan Direktur Bank QNB, R Andi Kartiko Utomo menyebutkan transparansi, akuntabilitas, dan total compliance atau kepatuhan terhadap semua prosedur yang disyaratkan, menjadi kunci terbangunnya reputasi bisnis yang tepercaya dan berintegritas.

Digitalisasi, termasuk pada penerapan e-procurement, menjadikan nilai-nilai tersebut mampu direalisasikan dengan lebih cepat dan efisien, sehingga dapat berimbas positif terhadap peningkatan produktivitas dan akselerasi bisnis yang optimal, serta risiko bisnis yang minimal.

Sementara itu, Jeffri R Sirait dari Asosiasi Modal Ventura untuk Startup Indonesia – Amvesindo, menilai menguatnya reputasi yang terbangun berkat transformasi digital di semua lini tata kelola perusahaan, menjadikan transformasi digital sangat penting untuk diadopsi oleh organisasi bisnis dari berbagai skala di era disruptif ini.

“Tak terkecuali perusahaan-perusahaan rintisan berbasis teknologi yang juga memiliki aktivitas pengadaan barang dan jasa yang tidak kalah tinggi dengan perusahaan berskala enterprise. Sebab, reputasi adalah variabel terpenting terbangunnya kepercayaan stakeholder, baik bagi konsumen maupun pemodal,” katanya.

Lain halnya Adnan Topan Husodo, Koordinator ICW. Menurutnya e-Procurement yang lengkap dan menyeluruh penting untuk terus disosialisasikan penerapannya di Indonesia.

Hal itu mengingat tingginya kasus-kasus penyelewengan pada pengadaan barang dan jasa yang terbukti membawa kerugian pada negara hingga trilyunan rupiah dan kerugian imaterial yang berujung pada runtuhnya reputasi dan keberlangsungan bisnis di sektor swasta.

“Nilai-nilai transparansi, akuntabilitas, dan integritas yang menyertai proses e-procurement menjadi landasan efektif untuk terselenggaranya pengadaan barang dan jasa yang efisien, produktif, dan terhindar dari penyelewengan serta kerugian,” tutur Adnan Topan Husodo, Koordinator ICW. ( rm-04)